Tahap ini menentukan kualitas akhir produk. Pembeli (pabrik besar) sangat ketat terhadap kontaminasi.
- Pemisahan Jenis: Pisahkan plastik berdasarkan polimernya (misal: PET untuk botol bening, HDPE untuk tutup botol/jerigen, PP untuk gelas plastik). Begitu juga dengan logam (besi, tembaga, aluminium).
- Pelepasan Label & Tutup: Untuk plastik, lepaskan stiker label dan ring tutup botol karena biasanya jenis plastiknya berbeda.
- Pencucian: Bersihkan sisa makanan, minuman, atau bahan kimia. Sampah yang berminyak harus dicuci menggunakan deterjen atau soda api agar tidak menurunkan kualitas bijih plastik nantinya.
2. Pencacahan (Crushing/Grinding)
Pencacahan mengubah bentuk sampah menjadi flaker (serpihan), yang secara otomatis meningkatkan harga jual karena mempermudah logistik dan proses leleh di pabrik.
- Mesin Crusher: Gunakan mesin pencacah dengan pisau baja yang tajam. Sesuaikan ukuran saringan (mesh) sesuai permintaan pasar (biasanya ukuran 10mm – 14mm).
- Pencacahan Basah vs Kering: Sangat disarankan melakukan pencacahan sambil mengalirkan air (pencacahan basah). Ini berfungsi ganda: mencacah sekaligus mencuci sisa kotoran yang masih menempel.
- Pengeringan: Setelah dicacah, serpihan plastik harus dikeringkan secara sempurna (bisa dijemur atau menggunakan mesin centrifugal dryer) untuk mencegah jamur.
3. Penjualan (Selling & Distribution)
Strategi penjualan sangat bergantung pada volume dan kualitas hasil olahan.
- Klasifikasi Logam: Penjualan logam lebih sederhana dibanding plastik karena didasarkan pada berat dan jenis (misal: Besi A, Besi B, Tembaga Super). Pastikan logam bebas dari unsur non-logam agar harganya maksimal.
- Target Pasar:
- Lapak Besar/Pengepul: Jika volume masih kecil.
- Pabrik Biji Plastik: Jika Anda sudah memiliki mesin pencacah dan volume stabil.
- Pabrik Peleburan Logam: Untuk limbah besi dan aluminium dalam skala tonase.
- Packaging: Gunakan karung jumbo (jumbo bag) kapasitas 500kg – 1 ton untuk efisiensi ruang saat pengiriman.
